TABU
By : kontributor
Hai sejoli
yang memupuk hati
dimana kasih di agungkan
dimana jiwa saling sanjung
Kalian memang sedang memadu
merangkai tali-temali merajut hidup
yang suci di bawah sumpah kaliah memapah
Wahai sejoli
ukirkan nama kalian di antara hiasan permata harapan
untuk mengiringi kisah yang memang akan kalian dapatkan
ambil dan pahatkan karna mungkin kalian tak akan lama untuk
dapat kesempatan
Hidup hanya untaian waktu
yang akan berakhir tanpa kalian tahu
bermesraanlah selagi lakian bisa karna cinta
datang tanpa di duga
nikmati masa ini tapi jangankan alpakan dosa
karena disana neraka setia menanti
untuk menunggu setiap waktu
yang memupuk hati
dimana kasih di agungkan
dimana jiwa saling sanjung
Kalian memang sedang memadu
merangkai tali-temali merajut hidup
yang suci di bawah sumpah kaliah memapah
Wahai sejoli
ukirkan nama kalian di antara hiasan permata harapan
untuk mengiringi kisah yang memang akan kalian dapatkan
ambil dan pahatkan karna mungkin kalian tak akan lama untuk
dapat kesempatan
Hidup hanya untaian waktu
yang akan berakhir tanpa kalian tahu
bermesraanlah selagi lakian bisa karna cinta
datang tanpa di duga
nikmati masa ini tapi jangankan alpakan dosa
karena disana neraka setia menanti
untuk menunggu setiap waktu
Tag :
Ungkapan,
HUKUM RIMBA
By : kontributor
membawa pesan tentang mereka yang menjadi abdi
pada negeri yang penuh sampah manusia celaka
Mari bercerita tentang jeda
Hukum Rimba
Sebutir peluru berdesing
menjadi penanda bagi mereka yang berkuasa
agar sang jelata tahu
ini era, eranya rimba
Di bawah kaki para penjilat tahta
di antara tahta ada wanita
dan sang durjana ada di antara ke dua-duanya
Tag :
Ungkapan,
AKU
By : kontributor
dalam bacaanmu,
pandangan dan obrolanmu
Aku hanya manusia
yang sedang atau tidak sedang kau cari
keadaan dan kehidupanku
tak jauh dari sesederhananya kehidupan ini
Aku percaya
Hidup akan senantiasa
berjalan mengikuti alur waktu yang cepat berlalu
Dan ke istimewaanku
ada pada pendapatku
dimana aku
menbginginkan ssesuatu yang tak jauh dari manusia lainya
Menjadi manusia
terbaik dabik
sepanjang hidupku dan
orang-orang disekitarku
Tag :
Ungkapan,
RUANG DILEMA
By : kontributor
Hati yang terkikis luka
menuntun mata mematahkan asa
Engkau yang lantang padai berdusta
membuat kaku lidah jadi tak bernyawa
oleh derai air mata dusta yang menjadi
tabir kepalsuan
di antara sekian kepecayaan yang telah
di persembahkan
hinakan aku dalam kepahitan hidup
hingga ku tak bisa lagi melihat
antara mana yang lurus dan buntu
karena begitu banyak tipu yang bertumpu
…
Setelah di sadari
Jalan yang kupilih
penuh tumpukan cerita yang menyesakan
sampai akupun menitipkan masa
padanya raja dunia
yang tak bertepi hingga saat ini
padanya ku berkata sampai kapan …
kan tehenti
Tuhan takdir ketetapanmu
yang tak kunanti
telah sampai
hingga hari ini
Tag :
Ungkapan,
SUARA SURAM
By : kontributor
mata-mata merah silih
berganti mengharap
dan diharap mereka terpilih
dan diharap mereka terpilih
apa yang menjadi
ambisi
oleh mereka para pengabdi kuasa dan ironi
oleh mereka para pengabdi kuasa dan ironi
Suara
pada satu kursi tanpa
arti
pada satu visi-misi
yang cukup basi
pada satu kertas
berharap mereka duduk menjadi tuan
di negeri mereka
mencari keuntungan
hingga pengorbanan dibayar
dengan satu kesempatan
merongrong kekuasaan
yang menjadi sandaran
untuk berlindung
mencari keselamatan
yang lupa akan
teriakan dan jeritan
akan aspirasi dari
kita yang menitipkan
Suara
pada masa tiba mereka
di ketahui
terkontaminasi
penyakit korupsi
yang menggila, hingga
dunia bisa membaca
bahwa ada yang alpa
pada tanggung jawabnya
Suara
pada partai mereka
terbelit
antara kepentingan
dan perjuangan
untuk memilah pada
satu pilihan
mana krooni, mana
pribadi
mana hak yang halal
dan hakiki
hingga suram melihat
yang haram
Suara
namun diantara mereka
lebih besar pada kesesatan duniawi
hingga mereka ingkar
pada amanah yang dibawanya,
karena uang yang
menjadi pemicunya
maka tibalah kita
merasakan apa yang menjadi kedustaan
atas apa yang pernah
diucapkan
bahwa mereka terpilih
karena pesannya
untuk mengabdi dan
berbakti
pada rakyat dan ilahi
rabbi
bukan pada nafsu
untuk memperkaya diri
bukan pada dirinya
pula kita mengantarkan ilusi
bukan pula pada
mereka yang payah membawa diri ...
Tag :
Ungkapan,
PERANG
By : kontributor
Wajah-wajah durjana berlalu lalang
membawa tatap menatap yang menakutkan
seorang anak hingga terperangah kepanikan
karena todongan sejata yang pasti mematikan
Siang bolong yang begitu ramai
oleh dengungan
oleh bara api
yang membuat langit hitam pekat seperti arang
yang membuat angin terasa sesak untuk di hirup
yang membuat mata berair
karena satu jawaban
ketika itu adalah dipercaya akhir dari setiap PERADABAN!!!
Mayat-mayat bergelimpangan
bau anyir darah menepis keraguan
bahwa bakal adanya kedamaian
karena setiap satu letupan
terdengar satu mayat berjatuhan
yang menjauhkan manusia dari nurani
tentang saling asih mengasihi
saling sayang menyayangi
saling menjaga dan menjagai,
Dunia dan manusia
ketika itu seperti hilang jati diri
semua terlihat bak materi
yang bisa dibeli untuk hilang dan tak berarti
semua menganggungkan perang sebagai solusi suci
Sang ibu dan anak
yang meronta dengan tangisnya
sang bapak yang berteriak
karena kehilangan istri dan anak-anaknya
mereka menjadi generasi pengakhir
untuk tumbuh dengan dendam bersama
bersemai di hati mereka para pencari keadilan
siapa yang melakukan ini ………..
siapa yang memulai kata-kata tak mau mengamini
untuk tutup dan rendah hati
menerima setiap persoalan
menjadi sebuah kesepakatan bicara
dalam satu waktu atas nama kedamaian dunia.
Siapa yang memulai semua ini
karena satu ego
semua bangsa saling bunuh diri
saling serang, menyerang menyaingi
hingga lupa dalam satu tempat
ada manusia-manusia seperti kami rakyat biasa
yang bermodal anggukan dari pemerintahnya
yang menolak dengan berat ketika perang di kobarkannya
yang cuma kebingungan ketika semua sudah diputuskan
apa yang akan kami lakukan di esok hari.
setelah apa yang sudah di dengarkan
bahwa akan ada satu peristiwa
dimana ucapan tak lagi didengarkan
hingga negara lupa kepada kami
untuk apa semua ini .....
Kepada Tuhan yang kuasa
kami bermunajat, tolong jauhkan kami
dari mereka lacur dunia
dari mereka setan durjana
dan dari keadaan yang mengancam jiwa
membawa tatap menatap yang menakutkan
seorang anak hingga terperangah kepanikan
karena todongan sejata yang pasti mematikan
Siang bolong yang begitu ramai
oleh dengungan
oleh bara api
yang membuat langit hitam pekat seperti arang
yang membuat angin terasa sesak untuk di hirup
yang membuat mata berair
karena satu jawaban
ketika itu adalah dipercaya akhir dari setiap PERADABAN!!!
Mayat-mayat bergelimpangan
bau anyir darah menepis keraguan
bahwa bakal adanya kedamaian
karena setiap satu letupan
terdengar satu mayat berjatuhan
yang menjauhkan manusia dari nurani
tentang saling asih mengasihi
saling sayang menyayangi
saling menjaga dan menjagai,
Dunia dan manusia
ketika itu seperti hilang jati diri
semua terlihat bak materi
yang bisa dibeli untuk hilang dan tak berarti
semua menganggungkan perang sebagai solusi suci
Sang ibu dan anak
yang meronta dengan tangisnya
sang bapak yang berteriak
karena kehilangan istri dan anak-anaknya
mereka menjadi generasi pengakhir
untuk tumbuh dengan dendam bersama
bersemai di hati mereka para pencari keadilan
siapa yang melakukan ini ………..
siapa yang memulai kata-kata tak mau mengamini
untuk tutup dan rendah hati
menerima setiap persoalan
menjadi sebuah kesepakatan bicara
dalam satu waktu atas nama kedamaian dunia.
Siapa yang memulai semua ini
karena satu ego
semua bangsa saling bunuh diri
saling serang, menyerang menyaingi
hingga lupa dalam satu tempat
ada manusia-manusia seperti kami rakyat biasa
yang bermodal anggukan dari pemerintahnya
yang menolak dengan berat ketika perang di kobarkannya
yang cuma kebingungan ketika semua sudah diputuskan
apa yang akan kami lakukan di esok hari.
setelah apa yang sudah di dengarkan
bahwa akan ada satu peristiwa
dimana ucapan tak lagi didengarkan
hingga negara lupa kepada kami
untuk apa semua ini .....
Kepada Tuhan yang kuasa
kami bermunajat, tolong jauhkan kami
dari mereka lacur dunia
dari mereka setan durjana
dan dari keadaan yang mengancam jiwa
Tag :
Ungkapan,
RELEVANSI PEMUDA
By : kontributor
Semenjak tercetusnya
sumpah pemuda pada 27-28 Oktober 1928
silam yang mengokohkan jati diri bangsa khususnya dari para pemuda itu sendiri
adalah adanya tekad kebersamaan di antara para pemuda pada masa itu, mengandung
makna, arti dan tujuan yang tak bisa di remehkan, bahwa pada hakekatnya pemuda
harus mampu memperjuangkan apa yang mampu di perjuangkanya, pada masa itu jelas
di mana setiap pemuda di tuntut untuk mampu memberi kontribusi pada perjuangan
rakyat yang pada masa itu Indonesia masih di bawah era kolonilisme.
Pemuda pada masa itu
berkumpul dalam satu kumpulan yang meliputi perwakilan dari berbagai daerah,
yang tentu kita rasakan pada masa kini dimna nilai kebersamaan di antara pemuda
nusantara setelah masa eranya kemerdekaan kebersamaan itu masiha ada dan senantiasa
terjaga untuk selamanya.
Mencermati masa dan
era sekarang dengan era sebelumnya bahwa pemuda masih punya peran dan memang
senantiasa di butuhkan guna sebagai calon kader bansga untuk senantiasa
berjuang tanpa henti walaupun masa era kolonilis telah berakhir tetapi tuntutan
perjuangan bagi para pemuda senantiasa ada dan akan selalu ada, karena pemuda
adalah bagian dari elemen yang krusial dalam mewujudkan kenegaraan dan
kebangsaanm, pemuda harus mampu siap dalam keadaan appun di saat regenrasi kepemimpinan
itu mutlak di perlukan, relevansinya apakah sama antara tujuan pemuda pada masa
adanya sumpah pemuda pada 28 Oktober 1928 dengans sekarang, tentulah ada, yang
membedakan adlaah bentuk dan cara bagamna seorang pemuda itu berjuang dengan
menyesuaikan cara maupun tindakannya.
Perjuangan kepemudaan
tidak hanya terletak pada satu wilayah kenusantaraan tetapi juga wilayah yang
mempunyai kapasitas tingkat lokal seperti apa yang saat ini berusaha dan sedang
kami lakukan yaitu menciptakan bibit pemuda yang mempunyai visi dan misi jelas
untuk menjadi pemuda yang mampu bersama-sama bahu membahu mendorong kemajuan
sebuah bansga khususnya Indonesia.
Kepemudaan setingkat
nasional dengan membandingkan kami kepemudaan di sekala RT tentulah sangat jauh
dalam tahapan tetapi apa yang kami lakukan setidaknya mampu membawa angin segar
perubahan bahwa kepemudaan setingkat RT pun mampu membuat sebuah perubahan yang
cukup signifikan dengan kemampuan dan usaha yang se otimal mungkin demi sebuah
perjuangan atas nama pemuda, yang pada hakekatnya mempunyai tujuan sama yaitu
menjadi pemuda yang bisa menjadi penggerak dan pelopor untuk sebuah perjuangan
atas nama lingkungan sekitar, dimna harapan jelas bahwa pemuda di RT pun bisa
berkontribusi untuk sebuah nama perubahan.
Tag :
Pemikiran,
TENTANG KEYAKINAN
By : kontributor
Malam terlintas dalam benaku
menyusuri lereng-lereng di semenanjung desamu
kedewasaanmu memainkan peran tari
di kelincahan payung waktu yang berliku-liku
yang menyibak segala arah yang aku tuju
Bersama di rumahmu
seperti tercurah atas apa yang telah sering ku ungkap
dalam rantai jiwaku yang terlelap
dan aku coba angkat bibir tipisku
merajut butir-butir embun di bias lisanku
Mungkinkah sayapku masih mampu
untuk menembus celah harapan
di hamparan luasnya hatimu
sekalipun aku yakin akan keputusan seutuhnya
ada di tangan sang penenTU
Dirimu adalah titipan Sang Khaliq
boleh saja engkau menyangkal hati ini
namun esok kita tak tahu pasti
akan rahasia yang menjadi risalah hati
Selayaknya engkau kan kembali
untuk menarik simpati
berharap dan di harap
cintaku datang dan kembali lagi
menyusuri lereng-lereng di semenanjung desamu
kedewasaanmu memainkan peran tari
di kelincahan payung waktu yang berliku-liku
yang menyibak segala arah yang aku tuju
Bersama di rumahmu
seperti tercurah atas apa yang telah sering ku ungkap
dalam rantai jiwaku yang terlelap
dan aku coba angkat bibir tipisku
merajut butir-butir embun di bias lisanku
Mungkinkah sayapku masih mampu
untuk menembus celah harapan
di hamparan luasnya hatimu
sekalipun aku yakin akan keputusan seutuhnya
ada di tangan sang penenTU
Dirimu adalah titipan Sang Khaliq
boleh saja engkau menyangkal hati ini
namun esok kita tak tahu pasti
akan rahasia yang menjadi risalah hati
Selayaknya engkau kan kembali
untuk menarik simpati
berharap dan di harap
cintaku datang dan kembali lagi
Tag :
Ungkapan,
PENYATU
By : kontributor
memepersilahkan kami
untuk menatap lebih
lama
tentang keadaan satu
sama lainnya
Dan di setiap
pertemuan
membawa kami dalam
banyak pilihan
antara kebahagiaan
dan kesediahan
Kami di persilahkan,
….
dan kami di beri
keleluasaan …..
Untuk bercerita
tentang sebuah keharusan
bahwa di setiap
pertemuan ada begitu banyak kata sapa
untuk menjadi sebuah
candaan daan hiburan
Dan dalam
pertemuan-pun
sesekali kami
mempersilahkan
sebuah kegaduhan menyapa kami
sebuah kegaduhan
cerita yang membawa sedih dan amarah
yang membuat kami
ikut terbawa dalam suasana
Tapi kami yakin bahwa
di setiap pertemuan membawa kami
lebih tahu makna dan
hakikat sebuah hubungan
Bahwa dalam kemesraan
yang tercipta ada celah
untuk kami menyadari
bahwa kami ada karena”Dia”
yang menakdirkannya
….
Sebuah renungan
sebuah pelajaran
dan sebuah pengingat
bahwa dalam
perjalanan ini
ada sebuah kewajaran
dan ketidak wajaran
bahwa dalam
perjalanan ini
ada pembiaran misteri
yang mungkin hanya milik kami
dan "Dia" yang maha mengetahui
Namun demikian,
bahwa dalam
perjalanan ini haruslah tetap punya tujuan
karena kami sadari
bahwa kami ada karena “Dia” yang mencipta
bahwa kami ada karena
ketidak sengajaan berjumpa
dan bahwa kami ada
karena memang saling mencinta …
dan kami ada karena Takdirnya
Tag :
Ungkapan,








